fbpx

DEFINE YOUR EXCELLENCE 101: Impresi

 

Making Good Impression

Panduan untuk Menjadi Pria yang Berkesan

 

Bayangkan sebuah skenario yang mungkin pernah kita alami dalam kehidupan kita; Kita sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan, atau sebuah tempat nongkrong yang hits bersama dengan teman, sahabat, rekan kerja, keluarga, pacar, atau siapapun. Kemudian ada seseorang yang menghampiri Anda, dengan muka jutek, tiba-tiba saja menyodorkan sebuah brosur seraya meminta waktu untuk menjelaskan produk atau jasa yang mereka jual.

Apa yang terjadi kemudian? Bisa saja dengan hati yang menggerutu kita mendengarkan presentasi yang membosankan, namun dapat dipastikan ujungnya sudah jelas; kita akan cenderung menolak apapun yang ditawarkan karena kesan yang kita tangkap sudah terlalu jelek terhadap orang tersebut.

Ya kali gue lagi asik nongkrong tiba-tiba diminta dengerin presentasi ga jelas, mana orangnya gak sopan dan jutek pula!

Ya, kira-kira begitu gerutu yang biasa kita ucapkan. Mungkin cerita diatas terkesan sepele. Namun ada hal penting yang harus disadari; betapa penting dan berpengaruhnya kesan pertama terhadap masa depan seseorang. Tidak pakai lama, hanya butuh beberapa menit, atau bahkan detik, sampai orang memiliki kesan terhadap kita. Coba bayangkan apa yang terjadi jika kesan yang didapat terhadap diri kita ketika sedang melakukan interview, atau rapat dengan kolega yang baru ternyata buruk? Kita bisa saja kehilangan sebuah kesempatan emas untuk hidup atau usaha kita.

Lantas, bagaimana cara agar kita dapat menjadi pria yang berkesan (tentunya kesan yang positif) bagi lingkungan sekitar? Lupakan penjelasan yang terlalu berbelit-belit dan pastikan Anda mengingat tips 3A (Appropriate in Style, Appropriate in Communication, dan Appropriate in Attitude) dari SMITH Men Supply.

 

  • Appropriate in Style
Appropiate in Style

 

Anda ingin menghadiri sebuah acara networking gala dinner formal, dihadiri oleh orang-orang penting yang mungkin dapat mengubah peruntungan Anda. Apakah Anda akan menggunakan:

a. Sendal gunung, celana pendek, kaca mata hitam, kutang warna-warni, dan topi pantai, atau

b. Kemeja (atau batik) terbaik, celana panjang hitam yang disetrika rapi, sepatu kebanggaan Anda, dan sedikit wewangian (dan sentuhan pomade Dapper Spatter dari SMITH untuk rambut Anda)

Kecuali Anda adalah seorang yang teramat amat sangat cuek yang sudah tidak perlu lagi pengakuan dari lingkungan Anda, maka besar kemungkinan Anda akan memilih pilihan b sebagai gaya yang Anda gunakan.

Ya, ini adalah langkah awal memberikan kesan yang baik, selalu gunakan pakaian yang sesuai dengan aktivitas atau kegiatan yang hendak Anda hadiri. Selalu ingat, “Penampilan bukan segalanya, namun segalanya dimulai dari penampilan). Jadi pastikan Anda meluangkan waktu untuk bisa menentukan pakaian apa yang tepat untuk merepresentasikan diri Anda tanpa harus mengalami saltum (salah kostum) dan merusak reputasi

 

  • Appropriate in Communication
Appropiate in Communication

 

Anda sudah berpenampilan baik dan sesuai, orang-orang memuji penampilan Anda, Anda pun merasa percaya diri dan memberanikan diri mendekati seseorang yang sudah lama ingin Anda temui. Namun ketika Anda hendak memperkenalkan diri bencana terjadi. Suara Anda terdengar begitu nyaring, goyangan genggaman tangan Anda terlalu kencang, dan badan Anda seolah tidak dapat berhenti bergerak hingga di titik membuat orang tersebut tidak nyaman dengan Anda dan memutuskan untuk walk out. Bukan cara yang baik untuk memberikan kesan positif bukan?

Nothing worth comes easy. Bersyukurlah mereka yang memiliki kemampuan showmanship yang baik sehingga dapat berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Namun bagi kebanyakan orang, untuk menjadi berkesan, dibutuhkan sedikit latihan yang harus dilakukan. Tentu Anda tahu bahwa secara umum ada 2 (dua) jenis komunikasi yang kita gunakan; komunikasi verbal dan non-verbal.

Terkait dengan komunikasi verbal, Anda harus belajar untuk memilih kata-kata yang hendak Anda gunakan. Latihlah volume suara Anda pada level yang dapat didengar namun tidak berlebihan. Untuk dapat berkomunikasi verbal dengan baik, Anda harus memiliki wawasan yang luas. Tujuannya agar Anda dapat memberikan topik yang menarik untuk dibahas atau disampaikan. Melatih bahasa non-verbal adalah tantangan tingkat lanjut.

Jika Anda merasa memiliki bahasa non- verbal atau biasa disebut bahasa tubuh yang kurang baik, maka ini waktunya berlatih di depan cermin atau rekamlah diri Anda. Bahasa non-verbal mencakup postur tubuh, dan gerakan yang Anda ciptakan. Hindari menggunakan bahasa tubuh yang membuat kesan kita menutup diri seperti meringkuk, meyilangkan tangan, dan sebagainya.

Tips paling mudah yang dapat Anda gunakan untuk menciptakan bahasa tubuh yang baik adalah dengan membayangkan orang yang akan Anda temui adalah seorang sahabat lama yang baru saja Anda temui setelah bertahun-tahun tidak bertemu. Cara ini bahkan disarankan oleh mayoritas pakar karena merupakan salah satu hack yang terbukti berhasil mencairkan suasana tegang dalam diri dan membuat diri menjadi lebih rileks.

 

  • Appropriate in Attitude
Appropiate in Attitude

 

Diatas segalanya, memiliki attitude atau sikap yang baik adalah hal wajib untuk memberikan kesan yang positif. Seorang pria sejati akan bersikap baik kepada siapapun layaknya ia sedang bersikap dengan orang-orang terdekatnya. Hal-hal sederhana seperti membukakan pintu untuk kolega Anda, memberikan senyuman yang ramah bukannya muka penuh amarah, dan menjadi seorang pendengar yang baik dalam sebuah perbincangan adalah sikap-sikap sederhana yang berkelas.

Sayangnya, meski semua orang paham tentang pengetahuan textbook ini, hanya sedikit yang dapat mengimplementasikannya. Memang, penampilan dan komunikasi yang baik sudah cukup untuk memberikan kesan positif untuk diri kita. Namun hanya dengan sikap yang baiklah, semua kesan tersebut dapat bertahan atau bahkan teramplifikasi berkali-kali lipat membuat kita semakin disenangi. Tidak ada yang instan dalam membangun segala sesuatu. Ketika kita ingin membuat diri kita berkesan, maka kita harus siap berinvestasi. Minimal dari segi waktu dan tenaga untuk benar-benar melakukan refleksi, menjalankan proses empati agar kita dapat memahami apa yang orang lain rasakan ketika kita hendak melakukan sesuatu.

Bagaimana menurutmu? Apa tips mu agar dapat membuat dirimu berkesan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *